Capcom Merasa Pasar Survival Horor Terlalu Kecil Untuk Resident Evil

Resident Evil merupakan seri game survival horor yang belakangan ini berubah fokus menjadi lebih kearah tembak tembakan. Perubahan seri Resident Evil menjadi semakin kearah tembak tembakan dan aksi bermula pada Resident Evil 4 di tahun 2005. Kemudian Resident Evil 5 yang terbit di tahun 2009 membawa konsep ini semakin dalam ke arah aksi dan tembak tembakan. Ternyata perubahan ini tidak asal dilakukan Capcom karena mereka memiliki pertimbangan sendiri.

"Khususnya pada pasar Amerika Utara, saya rasa seri [Resident Evil] perlu menju ke [aksi]."

"RE4 bermula ke arah itu, dan RE5 terus menjuju ke arah itu. Dan saya pikir khususnya untuk pasar Amerika Utara, kami perlu terus mengejar arah itu, dan membawanya semakin dalam. Dan itulah salah satu alasan utama [RE] Revelation menjadi seperti sekarang."

"Melihat data marketing [untuk game survival horor]... pasarnya kecil, dibandingkan jumlahnya Call of Duty yang terjual dan berbagai game aksi yang terjual. Resident Evil yang survivalhoror tidak tampak dapat terjual selaris itu."

Lalu bagaimana pemahaman ini akan mempengaruhi Resident Evil 6 yang sekilas tampak memiliki tiga gaya permainan yang berbeda?

"Saya kurang dapat berbicara mengenai Resident Evil 6, tetapi ini bukan berarti pasti akan [sangat aksi], seperti Call of Duty. Ini bukan berarti harus murni tembak tembakan. Menurut saya Resident Evil 4 dan 5 juga bukan [benar-benar murni] tembak-tembakan."

Selain itu Capcom juga mengakui bahwa kesuksesan game bisa dipengaruhi oleh kualitas konten, seperti yang dibuktikan oleh  Grand Theft Auto IV, Skyrim dan Call of Duty: Modern Warfare yang laris di Jepang, karena gameplay mereka menarik."

 

source

Ditulis oleh Bayu Bramantya pada 23 March 2012 21:31



Berita Terpopuler

comments powered by Disqus