Mari Kenalan dengan Robot Humanoid Bernama Pepper yang Siap dipasarkan di Jepang



Mau punya teman atau pegawai robot sudah bukan hal yang mustahil lagi. Karena Pepper, robot humanoid buatan Jepang siap dipasarkan minggu ini. Penasaran apa saja kemampuan yang dimilikinya? Langsung aja dibahas yuk.

Pepper mempunyai kemampuan menghafal wajah, menjawab pertanyaan dan juga merespon emosi manusia. Maka dari itu, kalian yang kesepian tidak mempunyai kawan curhat bisa juga curhat dengannya.




SoftBank merupakan perusahaan yang menciptakan robot bernama Pepper ini. SoftBank merencanakan 1.000 unit Pepper dijual per bulannya dengan harga 198.000 atau kurang lebih Rp.30.000.000,00. Selain menjual robot, SoftBank juga menyediakan jasa sewa Pepper untuk bidang bisnis dengan harga 1.500 atau senilai dengan +-Rp.225.000,00. Bingung kenapa harganya murah?



Sebenarnya, SoftBank merencanakan keuntungan yang didapatkan melalui biaya sofware/aplikasi yang dibutuhkan Pepper. Karena Pepper mempunyai 100 aplikasi yang bisa di download. Ditambah lagi, jika kalian membeli Pepper, kalian akan tanda tangan kontrak selama 3 tahun dan setiap bulannya kalian perlu membayar biaya service seharga 24.000 atau senilai +-Rp.3.600.000,00. Jika di total? Biaya yang mahal untuk 1 robot humanoid ya? Tertarik kah kalian?

Namun, berdasarkan Prof Noel Sharky dari University of Sheffield yang sudah expert di bidang robotic, dia mengungkapkan bahwa bisnis strategy yang dimiliki SoftBank sangatlah "riskan".

Robot humanoid Pepper ini merupakan pabrikan FoxConn. Selain itu, retailer dari China bernama Alibaba juga ikut serta dari pemasaran Pepper. Kedua perusahaan tersebut sudah meng-investasikan uangnya pada SoftBank sebanyak $118M, dan mereka akan mendapatkan 20% dari perusahaan.



Memang masih belum ada kabar untuk penjualan Pepper di luar Jepang. Namun, berdasarkan pernyataan sang kepala executive SoftBank bernama Masayoshi Son "kemungkinan, Pepper siap dipasarkan diluar Jepang tahun depan.".

Jepang mempunyai jumlah populasi lansia yang banyak. Maka dari itu, pemerintah menggunakan teknologi untuk membantu bidang healthcare systemnya. Tetapi, berdasarkan Prof Sharkey, asisten robot tidak akan berfungsi dengan baik.




Pepper mempunyai 20 motor dan artikulasi pada tangan. Sebenarnya, fungsi utama Pepper lebih berguna untuk membantu pekerjaan rumah, dan membantu para lanjut usia. Meskipun begitu, "Pepper tidak akan mendapat/menarik hati para pembeli." kata Prof Sharkey.

"Memang terlihat sangat sempurna jika sebuah robot bisa mendeteksi dan merespon emosi manusia - tetapi, kemungkinan besar cara Pepper menyampaikan akan berlebihan" kata Prof Sharkey.

Sumber.

Ditulis oleh Gregorius Pamungkas pada 22 June 2015 16:14



Berita Terpopuler

comments powered by Disqus