[SOSOK] Kazunori Yamauchi - Bapak Gran Turismo

Sedikit yang tahu banyak tentang sosok nama Kazunori Yamauchi. Tapi bagi pecinta dunia otomotif, beliau adalah sang maestro dunia balap. Bukan karena karir balapannya, tapi justru karena passion yang dia miliki untuk memajukan dunia balap. Apalagi kalo bukan lewat game Gran Turismo (GT)? Seri GT hampir menginjak seri ke-7 untuk platform PlayStation 4. Dengan arsitektur PlayStation 4 yang lebih "ramah" terhadap developer, bukan ga mungkin seri GT berikutnya akan mencapai masa jayanya. Tapi bukan berarti perjalanan Oom Kazunori Yamauchi akan berakhir. Justru ini titik awal perjalanannya melintasi jalur cepat dunia balap The Real Driving Simulator, Gran Turismo.



Mulanya, penampilan GT belum seperti sekarang ini. Mobil berbody mulus, lintasan balap ternama, dan simulasi berkendara yang realistis. Bahkan jauh dari itu. GT dianggap sebagai game balap arcade, ga jauh beda dengan Ridge Racer dan Daytona USA. Tapi label itu ga bertahan lama setelah perbedaan sensitivitas kemudi GT mulai terkenal, hingga akhirnya muncul julukan The Real Driving Simulator.

Gimana ga nolak disuguhi garasi virtual berisikan mobil sport eksotik dari berbagai merk? Gamer dibuai dengan ilusi "hak milik" atas mobil mewah yang bisa digunakan di lintasan balap resmi tersebut. Perasaan berkarir sebagai pembalap profesional pun jadi sarapan rutin gamer GT. Dan semua itu ga lepas dari tangan sang perancang, Kazunori Yamauchi.



Ketika beliau berumur sekitar 10-15 tahun, dia punya rasa penasaran akan cara kerja mobil. Alasan lainnya ga lebih dari sekedar dia pengen belajar nyetir dengan bener. Dari situlah dia berandai-andai, kalo aja ada aplikasi simulasi berkendara, mungkin bakal sangat membantu dia untuk belajar nyetir. Hal ini pernah dia sampaikan di film dokumenter KAZ: Pushing The Virtual Divide.

Bagi Oom Kaz, GT merepresentasikan realisasi mimpinya, sebuah game balap yang beroperasi berdasarkan simulasi gaya fisika dunia nyata. Setelah dapet lisensi penuh, GT mengantongi 173 variasi tipe mobil. Mulai dari city car seperti Honda Civic, hingga mobil sport mewah pabrikan Eropa seperti Aston Martin. Mengendarai mobil tanpa persiapan matang memang beresiko besar. Apalagi kalo baru belajar nyetir, nekat langsung turun ke jalan. Selain membahayakan diri sendiri, tentu juga mengganggu pengguna jalan dong. Pihak penyedia jasa kursus mengemudi wajib menyediakan lintasan latihan mengemudi khusus bagi para peserta kursus. Bukan seperti kebanyakan kursus mengemudi di Indonesia.

Makanya, keberadaan game simulasi berkendara seperti GT penting adanya. Banyaknya pilihan tipe mobil bikin pemain bebas test-drive sebelum akhirnya beli mobil sungguhan pilihan mereka. Yah, itung-itung sekaligus latihan berkendara. Meski terkendala dengan spesifikasi hardware PSOne pada saat itu, kualitas gameplay GT udah cukup bagus.



Kalo udah ngebahas soal dunia mesin otomotif, mata seorang Kazunori Yamauchi selalu berkaca-kaca. Dedikasi kecintaannya terhadap dunia otomotif, ditandai dengan fitur yang membebaskan pemain untuk memodifikasi komponen mobil di GT. Oom Kaz paling hobi berbagi keseruan mengoprek bongkahan logam roda empat yang bernama mobil.

Keseruan tersebut ga berhenti sampai di situ. Oom Kaz juga pernah bela-belain belajar sinematografi, supaya pemain takjub melihat keindahan mode replay bercita-rasa ajang balap di layar TV. Bisa dibilang, GT itu cerminan hal-hal yang disukai Oom Kaz. Segala sesuatu yang dianggap menarik, dia coba aplikasikan ke dalam GT. Ga heran kalo ga cuma elemen balap aja yang ada dalam GT. Tapi ada juga elemen sinematik balap mobil via Replay Mode, dan serunya jalan-jalan sambil berfotografi ria di Photo Mode.

PERJALANAN KARIR KAZUNORI YAMAUCHI




Debut Oom Kaz sebagai sutradara GT berawal pada tahun 1994. Saat itu beliau ditugasin buat bikin game kloning Mario Kart untuk platform PSOne. Lahirlah Motor Toon Grand Prix (MTGP) yang jadi dasar mekanisme gameplay fisika realistis GT. Biarpun gamenya kurang sukses di pasaran, tapi MTGP lah yang berdampak besar pada karir Oom Kaz di industri game.

Sony terkesan dengan kinerja Oom Kaz, dan nyaranin Oom Kaz untuk membentuk perusahaannya khusus yang didedikasikan buat ngembangin game simulasi balap. Inilah cikal bakal lahirnya Polyphony Digital (PD). Dibantu oleh 7 rekannya, beliau mulai ngembangin GT. Butuh 5 tahun hingga GT siap rilis untuk pertama kalinya pada tahun 1997. Keberadaan GT mendominasi genre game balap di akhir '90-an hingga awal milenium. GT ga cuma jadi IP Sony paling menguntungkan masa itu, tapi juga game paling inovatif karena mengutamakan gameplay balap realistis ketimbang arcade. Terbukti dengan GT laris terjual hingga 11 juta kopi.

David Wilson, selaku pimpinan Public Relation SCE UK, mengakui bahwa kekuatan konsol PlayStation terletak pada sederet game eksklusifnya. Ga terkecuali seri GT.



GT2 (PSOne) laku sebanyak 9 juta kopi, sedangkan GT3: A-Spec dan GT4 terjual sebanyak 15 juta dan 12 juta kopi. Dengan spesifikasi PS3, PD bisa memasukkan ribuan model mobil ke seri GT5 dan GT6, lengkap dengan inovasi visualisasi damage dan fitur cuaca dinamis. Bahkan di seri terakhir, GT6 merupakan seri paling detil dan presisi yang digarap oleh Oom Kaz. Meski terkendala dengan arsitektur PS3, Oom Kaz bersama tim PD masih terus memoles GT6 via update terkini.

Generasi konsol makin berwarna dengan kehadiran PS4. Bukan berita mengejutkan kalo PD udah siap-siap bikin GT7 sebagai game GT pertama konsol current-gen ini. Arsitektur PS4 yang mirip PC, diakui Oom Kaz sebagai keuntungan tersendiri dalam proses pengembangan GT7. Bisa dipastikan ga akan butuh waktu lama untuk GT7 bisa segera rilis. Selain itu, segala aspek yang tadinya dipotong di GT6 akibat keterbatasan spek PS3, akan lebih maksimal di GT7 nantinya. Bahkan rumornya, bakal ada ajang balap motor di GT7 nanti.

Terkait rumor tersebut, Oom Kaz nanggepin sambil cengengesan setengah bercanda.



Keterbatasan hardware sempet bikin target pengembangan seri GT bisa diperkirakan. Tapi dengan kemajuan spek PS4 sekarang, banyak hal yang mungkin masuk ke seri GT7 nantinya. Bahkan udah banyak hal yang sebelumnya ga kepikiran, bisa terlahir dari seri GT. Seperti sederet pabrikan mobil ternama yang udah ngantri supaya mobil konsep mereka bisa masuk ke GT6. Bahkan di antara mobil konsepnya, udah ada yang dibikin versi aslinya.

Oom Kaz memang sosok yang suka mencoba hal-hal diluar batas. Beliau ga melihat limitasi sebagai halangan. Justru dengan bertemu banyak orang dari berbagai latar belakang, jadi panduannya dalam ngembangin seri GT jadi lebih baik. Bahkan jadi pengaruh positif bagi kehidupan orang lain.



Seperti salah satunya proyek GT Academy, tempat dimana seorang gamer bisa jadi pembalap profesional. Salah satu peserta GT Academy, Jann Mardenborough, pernah curhat soal perjalanan karirnya. Sebelum jadi pembalap profesional GT Academy, dia ngebatalin keinginannya untuk kuliah jurusan desain interior. Hal ini bukan keputusan yang mudah untuk seorang mahasiswa, dimana dia juga bertanggung jawab atas orang tuanya. Tapi dengan kerja keras dan dukungan positif dari lingkungannya, game buatan Oom Kaz udah banyak mengubah hidupnya.



Ga ada warisan lebih bernilai bagi Oom Kaz, selain mengetahui bahwa game buatannya telah mengubah hidup banyak gamer jadi lebih baik.

image: twitter.com | gamestm.co.uk | gtplanet | gamester.tv | t3.com | 2009gtr.com | eurogamer.net

Ditulis oleh Denny Aryadi pada 06 April 2015 13:00



Berita Terpopuler

comments powered by Disqus