Review Decision 3

Persiapkan semua senjata terbaik kalian, sebabnya para zombie kembali menyerang dalam Decision 3 (D3). Yup, developer Fly Anvil merilis sekuel terbarunya dari seri Decision. Dalam judul kali ini, kalian masih berperan sebagai tentara penyendiri, yang masih berusaha merebut balik kota-kota manusia, dari tangan para mahluk undead ini. Seperti serial Decision sebelumnya, D3 tetap bisa kalian mainkan secara gratis melalui web browser.

Ada sejumlah peningkatan yang ditawarkan Fly Anvil dalam seri ini. Misalnya saja semakin banyak elemen-elemen strategi baru, yang menambah kompleks permainan. Hingga detail-detail lainnya yang menantang kalian untuk bergerak lebih cepat dari zombie. Semakin banyak rintangan baru, bukan berarti kalian tak dapat bantuan lho. D3 memperkenalkan fitur-fitur baru, dan beragam persenjataan yang siap untuk mendukung aksi kalian melawan zombie.

Semakin ramai, semakin kuat

Seperti yang disinggung di atas, D3 menghadirkan sebuah sistem baru yang disebut team. Sistem ini sendiri belum pernah ditemukan dalam Decision ataupun Decision 2. Ada 5 tipe team yang dapat kamu jumpai sepanjang permainan, yakni: Builder, Captain, Soldier, Citizen, Ranger, dan Engineer. Kelimanya memiliki peran berbeda untuk membantu kalian dalam permainan. Mereka ini juga sering kali ngumpet di berbagai lokasi dalam map, sehingga harus dicari dengan seksama.





Misalnya saja untuk membangun fasilitas baru, kalian membutuhkan builder. Atau untuk meningkatkan level factory, kalian membutuhkan Builder, dan Engineer. Sedangkan untuk memperkuat benteng (Outpost), kalian bisa memerintahkan soldier ataupun captain untuk. Anggota team yang sedang menganggur, atau tidak memiliki tugas apa-apa, akan bisa ditemukan dalam Reservation Camp. Mereka bisa dipanggil kapan saja, untuk melaksanakan tugas baru.

Team adalah fitur baru yang makin menantang sekaligus membantu gamer. Namun sayangnya keberadaan team ini terkadang bisa memperlambat kamu untuk mengupgrade sesuatu. Misalnya saja kalian memiliki cukup material untuk membuat factory baru, namun hal itu tak bisa terlaksanan karena ketidakhadiran builder. Sedangkan untuk mencari builder, kalian perlu mengeksplorasi area baru, atau kembali berjalan ke area-area sebelumnya. Agak merepotkan dan membuang waktu, terlebih lagi kalian belum tentu menemukan builder dalam setiap eksplorasi.

Zombie makin menantang

Pada awal permainan, mungkin kalian mampu mengalahkan zombie-zombie tersebut dalam sekali tembak. Well, jumlah mereka juga belum teralu banyak, dan bisa dikalahkan dengan cepat. Terdengar mudah? Hmm, tunggu saja hingga kalian dihadapkan pada tingkat bahaya (Danger) di area yang makin meningkat. Semakin berbahaya area itu, maka warnanya akan semakin merah. Sebaliknya, jika area itu sudah aman, warnanya akan cenderung kuning atau hijau (jika sudah sepenuhnya kalian kuasai).Jika area sudah berwarna merah, ada kemungkinan zombie bisa merebut kembali area itu. Kalian bisa menguasainya kembali, namun bersiaplah untuk disambut dengan puluhan zombie berbahaya di dalamnya.





Selain itu boss zombie juga kembali datang di D3. Boss monster ini ditandai dengan ukuran yang lebih besar, dan mempunya gerakan khusus. Boss dapat dipastikan muncul di area yang warnanya sudah kemerahan, dengan tingkat bahaya di atas 50%. Hal ini bisa menimbulkan permasalahan baru lho. Terutama jika kalian ingin mengupgrade fasilitas di area yang warnanya sudah kemerahan. Jangan kaget jika disambut dengan 2 boss sekaligus, dalam misi melindungi generator. Well, tidak begitu disarankan sih untuk mengupgrade fasilitas di area yang tingkat bahayanya teralu tinggi. Lebih baik turunkan dahulu (dengan melakukan misi Direct Action), barulah kalian memulai upgrade.

Teralu sulit?

D3 bisa dikatakan sebagai action shooter, dan setengahnya lagi adalah game strategi. Bahkan elemen RPG juga bisa ditemui dalam game ini, terutama dalam sistem skill dan senjata. Gabungkanlah ketiga elemen itu, maka D3 akan menjadi browser game yang kompleks, dan butuh waktu lama untuk menamatkannya. Sayangnya hal ini mungkin agak sedikit menyulitkan pemain-pemain kasual, apalagi jika sebelumnya tak pernah mencoba seri Decision



Di samping harus lincah menembaki zombie, kalian juga harus cermat mengatur semua area dan fasilitas yang kalian kuasai. Termasuk memperhitungkan area mana yang harus diperkuat, mana yang harus didahulukan, dan mana yang bisa agak ditaruh dalam urutan belakang. Soalnya bukannya tidak mungkin zombie dapat merebut area yang capek-capek kalian kuasai. Nah di sinilah gamer akan ditantang untuk melakukan pengaturan teroke, hingga memikirkan strategi terbaik dalam menentukan fasilitas apa yang bakal di upgrade duluan.

Beda tapi sama?

Gamer yang sudah terlebih dahulu memainkan Decision Medieval, mungkin merasa dj vu saat mencoba D3. Well, walaupun fitur-fitur baru D3 tidak dijumpai dalam 2 seri sebelumnya, tetapi Decision Medieval memiliki fitur yang kurang lebih serupa. Yang agak membedakannya tentu saja adalah setting waktu dan tempat.

Apakah itu adalah hal yang buruk? Hmm, tidak juga sih. Tetapi bagi gamer yang menginginkan sesuatu greget yang baru, mungiin agak sedikit kecewa dengan pengulangan fitur ini. Terutama jika kalian sebelumnya sudah mencoba Decision Medieval.

Cenderung (kembali) monoton?

Setelah beberapa kali ronde permainan, D3 akan kembali terasa mengulangi formula yang sama: bunuh zombie-rebut fasilitas-upgrade fasilitas-kalahkan gerombolan zombie yang mencoba masuk ke Outpost. Well, formula tersebut akan terus terulang, sampai akhir permainan, yakni pada saat kalian berhasil menguasai kembali semua area, lengkap dengan fasilitas di dalamnya.

Pemain yang agak bosan dengan rutinitas, mungkin bisa melihat D3 sebagai pengulangan. Selain itu untuk mendapatkan cukup uang, terkadang kalian harus melalui masa grinding, dengan melakukan banyak sekali misi Direct Action di area-area terdahulu. Sayangnya, hal ini yang berpotensi membuat D3 menjadi game yang cenderung kembali monoton.

Kesimpulan

Sebagai web browser game yang gratisan, Decision 3 menawarkan banyak elemen permainan yang wah. Entah itu action shooter, strategi, ataupun RPG. Garangnya game ini dapat memberikan tantangan baru kepada gamer yang mau mencoba kemampuannya.

Walaupun bisa terasa monoton, untungnya D3 menyajikan gameplay yang dinamis, terutama saat mencoba mengalahkan puluhan zombie dalam satu map. Selain itu beragam varian mode permainan, hingga koleksi belasan senjata dan skill, bisa membuat pemain tetap sibuk mengulik game ini.




Siap untuk memburu zombie? Segera mainkan Decision 3 gratis di sini.

Ditulis oleh Chris Yang pada 15 April 2015 12:12



Berita Terpopuler

comments powered by Disqus