Review Titanfall, Surga Cheater

Nggak bisa dipungkiri lagi bahwa yang namanya game online di PC pasti ada cheater-nya. Gaya mereka juga lengkap, mulai dari yang suka masuk ke area-area terlarang untuk dengan mudah membasmi pemain lainnya, sampai mereka yang suka pakai program cheat seperti Aimbot, Wallhack, Speedhack, dan banyak lagi. Tapi cheater itu juga gamer, mereka bahkan bisa memberikan kesegaran baru kedalam sebuah game. Buat yang memainkan CS, CoD versi lama, dan seri Left 4 Dead mungkin pernah masuk ke room atau server tertentu yang lucu abis karena semua pemain bisa berlari cepat, lompat sampai ke langit, dan banyak lagi tingkah lucu yang terjadi. Disinilah Titanfall hadir sebagai game yang berbeda, hadir sebagai game yang bukan hanya jadi surga gamer tapi juga cheater.



Titanfall jadi surganya cheater? Yups, game tembak-tembakan yang terbit bulan lalu di PC/Xbox One dan baru saja terbit di Xbox 360 ini asik banget dimainkan bukan hanya karena punya robot rakasa dan kemampuan parkour yang memicu adrenalin tapi juga karena punya banyak banget "Burn Cards" yang berlaku seperti sebuah cheat.

Ingin wallhack? Aimbot? Speedhack? Banyak lagi cheat bisa didapatkan dalam Titanfall secara legal, tanpa perlu bayar, tanpa perlu nunggu karakter punya "level dewa".

Misalnya saja Burn Card Smart Pistol yang memberikan sebuah pistol berteknologi "aimbot" sepanjang permainan selama karakter belum mati. Pistol ini bisa dengan cepat mengunci musuh dan menembaknya langsung mati tanpa perlu repot melakukan pengincaran yang presisi. Terus ada Adrenaline Transfusion yang siap membuat karakter bergerak sangat cepat bagaikan seorang cheater yang memakai Speedhack.

Khawatir Burn Card menjadi tidak adil dan menghancurkan permainan selayaknya sebuah cheat? Tenang saja, sistem permainan Titanfall mengijinkan mereka yang tidak pakai Burn Card untuk memiliki kesempatan menang, asalkan punya strategi yang sesuai. Kalau berhadapan dengan musuh yang memakai Wallhack dari Burn Card Sonar, kalahkan mereka dengan menyusup dari belakang atau lompat-lompat di atap yang berada diluar area pandang. Kalau ketemu musuh yang lari super cepat dengan Burn Card Adrenaline Transfusion, buat mereka bingung dengan melempar geranat yang menghancurkan pandangan, atau langsung kejar dengan berlari cepat di tembok dan memotong jalan. Yups, kalau di game lain kita dilarang keluar area, Titanfall mengijinkan keluar area sampai 10 detik dan bisa digunakan untuk motong jalan atau mencapai area tertentu yang cocok untuk bermain sebagai Sniper. Bahkan teknik "motong jalan" menjadi strategi yang jitu untuk membalikkan jalannya pertempuran Capture The Flag dan Domination. Kapan lagi bisa curi bendera dengan motong jalan melalui atap gedung?

Asiknya lagi Burn Card diberikan secara acak dan ketika menyelesaikan tugas tertentu. Jadi semua gamer bisa mendapatkan Burn Card tanpa perlu menunggu sampai level maksimal dan sejak awal juga sudah disediakan skill-skill spesial untuk dipakai. Jadi siapapun (pemula maupun veteran) bisa menikmati Titanfall sejak jam-jam awal permainan.

Prinsip keseimbangan yang aksesibel bagi pemula dan tetap menantang bagi veteran terus dirasakan di berbagai sistem permainan Titanfall, tidak hanya di Burn Card. Kalau di seri Call of Duty hanya mereka yang hebat (bisa membantai puluhan musuh tanpa mati) yang mendapatkan kendaraan spesial (helikopter, jet bom), maka semua gamer di Titanfall bisa merasakan serunya memiliki dan mengendarai Titan. Bahkan gamer yang sedang jalan-jalan untuk memahami bentuk map dan belum membunuh musuh tetap akan mendapat Titan.



Titan selain bisa dikendarai juga bisa dibiarkan berjalan sendiri untuk mendampingi peperangan atau melindungi lokasi tertentu. Gamer yang suka mengendarai Titan bisa mendapatkan banyak skor melalui kemampuan Titan untuk membunuh banyak musuh dan berjaan dengan cepat. Ketika Titan dibiarkan berjalan Auto, dia menjadi sebuah partner yang cukup bisa diandalkan untuk melindungi Hardpoint atau mengawasi diri dari belakang. Apalagi kalau sudah membuka skill tambahan yang membuat Titan makin cerdas, jalan bersama Titan jadi makin greget. Tapi tetaplah waspada ketika sudah punya Titan karena pemain lain dapat lompat ke punggung Titan dan menghancurkannya dalam waktu singkat.



Meski punya banyak unsur permainan yang menarik dan seimbang, Titanfall tidak punya mode permainan yang benar-benar baru dan map yang disediakan juga sedikit. Misalnya saja mode Attrition yang sama persis dengan mode Team Deathmatch di berbagai game FPS. Satu-satunya mode permainan yang terasa berbeda bernama "Last Titan Standing" dimana sebuah mode Team Deatchmatch terasa lebih menegangkan karena dalam satu sesi permainan hanya disediakan 1 Titan untuk setiap pemain. Permainan akan selesai ketika Titan di satu tim habis dan setiap pemain bebas menggunakan cara apapun untuk mengalahkan Titan musuh dan melindungi Titan miliknya. Bahkan strategi "petak umpet" seperti "sembunyikan Titan didalam kerumunan pohon" menjadi trik yang jitu untuk bikin musuh kebingungan. Biarkan saja Titan berjalan dalam mode Auto dan pemain bisa menghabisi Titan musuh dari kejauhan dengan menggunakan Roket, Laser, dan banyak lagi senjata lainnya.

Selain nembak-nembak seperti game FPS pada umumnya, Titanfall juga mengijinkan permainan yang lebih berfokus pada strategi melalui kemampuan untuk menempel di tembok, menguasai robot musuh, dan menyamar. Teknik parkour yang megijinkan pemain menaiki gedung dan berlari di dinding juga punya kemammpuan untuk secara mendadak berhenti, kemudian menempel di dinding. Kemampuan ini membawa dinamisme peperangan ketika seorang pemain mengenar pemain lainnya, mereka tidak hanya bisa terus berlari seperti game pada umumnya tetapi "berhenti berlari" juga menjadi pilihan strategi yang masuk akal. Kalau merasa sebal jalan bareng teman, robot bernama "Specter" bisa dikuasai dan akan menjadi sahabat peperangan. Mereka memang jauh lebih lemah dan lebih bodoh dari manusia, tetapi mereka jadi teman yang selalu setia mengikutimu dan efektif memberi indikator ketika ada serangan belakang. Selain bisa punya teman robot dan bermanuver gila di tembok, Titanfall juga memberi kemampuan kepada pemain untuk menyamar sebagai Bot. Sebuah trik yang cukup efektif untuk menghindari serangan pemain lain karena mereka biasanya malas membunuh Bot.

OK, itu semua adalah Titanfall untuk mode Multiplayer, lalu bagaimana dengan mode Singleplayer?



Titanfall nggak punya mode Singleplayer dimana biasanya pemain diijinkan untuk menikmati cerita tanpa diganggu orang secara online. Titanfall punya mode Campaign yang memasukkan unsur cerita serta adegan keren Singleplayer kedalam peperangan online Multiplayer. Hasilnya gagal total. Permainan Campaign tidak ada bedanya dengan mode multiplayer biasa, selain itu cerita yang disajikan tidak pernah bisa diperhatikan. Cerita dalam Titanfall hanya menjadi sebuah angin lalu.

Jadi kalau kamu berharap bisa mendapatkan sebuah pengalaman bermain yang dipenuhi cerita mantap, Titanfall pasti bikin kecewa. Kalau kamu mencari game Online Multiplayer yang seru dimainkan, aksesibel*, dan suka mendapat kejutan dari pemain "level cupu", Titanfall bisa jadi game yang menarik untuk dilirik.


*Sejak update Matchmaking, Titanfall memiliki kecenderungan untuk mencarikan musuh yang hebat. Permainan yang seimbang dan aksesibel bagi pemula dapat ditemukan dengan kalah 2x secara beruntun atau langsung saja keluar dari lobby 1x dan mencari lobby baru.


Kalau dari sisi permainan Titanfall membawa kesegaran baru melalui bumbu "cheat", sisi gambarnya bisa dibilang ketinggalan jaman. Respawn sebagai Developer memilih untuk menggunakan Engine game "uzur" berjulukan Source yang terkenal ringan tetapi tidak memiliki fitur modern. Hasilnya Titanfall terlihat tidak banyak berbeda dengan game berbasis Source lainnya seperti Portal 2, Left 4 Dead 2, Counter Strike: GO, dan banyak lagi. Gambar game terlihat "mati" dan tidak realistik, bahkan pohon saja tidak bergerak sedikitpun. Ada Titan yang mendarat? Ada ledakan bom? Pohon tetap berdiri tegak dan kaku seperti terbuat dari beton.

Miskinnya Titanfall dari berbagai efek visual modern membuat game ini menjadi sangat ringan untuk dimainkan, bahkan Intel HD di CPU keluarga Haswell saja sudah cukup kuat menjalankannya di low-medium. Sayangnya karena Titanfall tidak punya teknologi modern seperti "data streaming", semua data game harus dimasukkan kedalam RAM sehingga game ini mudah crash dan melambat ketika melakukan ALT TAB. Kemudian ketika menggunakan tekstur kualitas paling tinggi, Titanfall dengan mudah melahap RAM GPU sampai 3 GB dan gambar gameya masih campur aduk antara tekstur kualitas tinggi dan rendah.

Titanfall bukanlah game yang tepat untuk memanjakan mata dan memamerkan kehebatan GPU harga belasan juta.



------ CHEAT TIDAK DI BLOK ------





Ok, Titanfall memang mengijinkan penggunaan Cheat yang sudah disediakan didalam game. Tapi bagaimana dengan cheat yang benar-benar cheat? Bagaimana dengan cheat yang dijual mahal dan ilegal? Khawatir dengan status "BANNED"?

Tenang saja, Respawn sebagai developer Titanfall sudah mengumumkan secara resmi bahwa mereka mengijinkan cheater untuk terus bermain Titanfall. Para cheater diberikan lobby khusus yang hanya berisi cheater jadi tidak mengganggu permainan gamer lain yang tidak pakai cheat ilegal. Ini juga jadi kesempatan buat para cheater unjuk kebolehan, cheat siapa yang paling mantap.

Review dilakukan dengan Titanfall versi PC.

Ditulis oleh Bayu Bramantya pada 26 April 2014 23:02



Berita Terpopuler

comments powered by Disqus