Review DivoSaga Indonesia Strategi Rasa RPG

DivoSaga adalah MMO yang berjalan di web browser jadi bisa langsung dimainkan tanpa download. Permainannya menggabungkan element RPG dengan strategi. Jadi serasa main game strategi, tapi ada unsur RPG-nya juga.

Unsur RPG terlihat dari eksplorasi, sistem stat point dan skill, hingga sistem equipment dan enhancement, bahkan job class. Pemain RPG pastinya ga asing dong sama semua hal itu. Sedangkan element strategi dirasakan pada kemampuan untuk membangun kota sendiri, hingga meningkatkan fasilitas-fasilitas dalam kotamu. Bahkan kalian bisa merekrut pasukan untuk diajak bertempur bersama. Jumlah dan kualitas pasukan akan semakin meningkat seiring dengan naiknya level kotamu itu.

Pokoknya, selalu tingkatkan level city hall-mu. Karena level bangunan inilah yang akan mempengaruhi bangunan-bangunan lainnya. Setiap kali kalian meningkatkan bangunan, akan membutuhkan waktu pengerjaan (construction). Tentu saja makin tinggi level bangunannya, makin lama pula waktu constructionnya.

Cerita di DivoSaga menurut website resmi:

Latar belakang cerita setelah dimulainya permainan ini adalah selama pertempuran seratus tahun, peperangan manusia dan Abyss legion pada dunia yang kacau, pada saat itu perang telah menghancurkan kerajaan manusia, banyak tentara dan jenderal tewas dalam pertempuran, dewa pelindung manusia, Kaisar dari kerajaan manusia Imperial Shrine juga tidak dapat melindungi lagi kerajaan manusia tersebut, dengan demikian banyak wilayah yang diduduki oleh makhluk asing, dan monster juga berada disetiap sudut wilayah, empat penjuru kritis, untuk bertahan hidup, para pahlawan manusia terus maju untuk merebut kembali wilayah dari tangan monster dan makhluk asing, dan saling melindungi manusia yang hidup di lingkungan tersebut. Mereka berunding dengan Imperial Shrine mengenai Lord, agar membuat manusia terus berjuang melawan kejahatan




Kenyataannya, cerita di DivoSaga tidak jadi sesuatu yang diperhatikan, langsung di OK OK, dan terima misi. Informasi misi akan muncul secara otomatis. Kalau selesai, enaknya tidak perlu lapor ke NPC, interfacenya akan muncul sendiri, kita tinggal OK.

Misi di DivoSaga menganut model dungeon instance yang disebut Expedition. Jika kalian bergabung dengan party, maka seluruh anggota party akan nongol dalam instance yang dipilih. Setiap kali memasuki sebuah Expedition, kalian akan menguras Stamina. Pada setiap Expedition, pemain akan menemukan monster boss yang harus dikalahkan, barulah pemain nantinya mendapatkan reward.

Untuk sistem battle, DivoSaga menggunakan sistem autobattle dengan tampilan bergaya side-scrolling. Karakter dan pasukan kalian bergerak secara otomatis sesuai giliran, begitu pula dengan musuh-musuhmu. Namun kalian bisa melancarkan skill yang dimiliki karaktermu secara manual.

Game ini cukup ringan, dan bisa dijalankan melalui web browser. Tak perlu takut harus mengunduh client yang besar, karena DivoSaga hanya membutuhkan koneksi internet, web browser, serta Flash Player. Cukup login, dan kalian bisa langsung menjelajahi dunia DivoSaga. Bahkan DivoSaga bisa berjalan lancar di tablet, meski perlu pakai on-screen keyboard untuk ngobrol.



*Ulasan dibuat berdasarkan acara main online bersama sejumlah media game di Indonesia yang diselenggarakan oleh Prodigy.



Ditulis oleh Chris Yang pada 12 April 2014 22:23



Berita Terpopuler

comments powered by Disqus