Metal Gear Solid V: Ground Zeroes Review

Setelah kalian nge-refresh kembali ingatan tentang alur cerita dari Metal Gear Solid saga part 1 & part 2 (Warning! Spoiler Alert!), kini giliran seri terbarunya yaitu Metal Gear Solid V: Ground Zeroes hadir buat unjuk gigi. Sebelumnya Metal Gear Solid V: Ground Zeroes dikabarkan sebagai game kontroversial yang dianggep "demo" termahal abad ini karena durasi gameplaynya yang cukup pendek, tapi harga ecerannya sekitar separuh harga full game original. Dengan menyandang status itu, apa bener Metal Gear Solid V: Ground Zeroes layak buat dibeli? Buat yang udah penasaran banget gimana kualitas Metal Gear Solid V: Ground Zeroes ini, tanpa basa-basi lagi langsung aja baca reviewnya dibawah ini.

STORYLINE





Seperti yang udah gue jelasin di kedua seri artikel linimasa Metal Gear Solid saga sebelumnya, Metal Gear Solid V: Ground Zeroes ber-setting di antara kejadian sesudah Metal Gear Solid: Peace Walker dan Metal Gear Solid V: The Phantom Pain. Dari alur cerita misi utamanya yaitu Ground Zeroes, memang sebagian kecil porsinya membuka jalan permulaan cerita dari The Phantom Pain. Yup, kalian ngga salah baca. Kecil banget porsi prolognya. Justru cerita terkait setelah insiden Peace Walker lah yang dapet porsi lebih banyak di Metal Gear Solid V: Ground Zeroes ini. Bisa dibilang game ini terasa seperti DLC Metal Gear Solid: Peace Walker.

Porsi cerita menuju Metal Gear Solid V: The Phantom Pain bakal terkuak seiring kalian ngerjain obyektif misi-misi sampingan dan misi bonus seperti Deja Vu (PlayStation) atau Jamais Vu (Xbox) yang bisa dimainin setelah kelarin campaign misi utama, yaitu Ground Zeroes. Pertanyaan-pertanyaan tentang petunjuk asal usul Skull Face, nasib Chico & Paz yang ditawan di Camp Omega, dan penyebab Big Boss kehilangan tangan kiri + luka potongan besi di dahinya hingga jatuh koma, semuanya bakal kejawab di Metal Gear Solid V: Ground Zeroes.

GAMEPLAY





Awalnya seri Metal Gear Solid dikenal dengan ciri khas sudut pandang panning kamera TPS view, dan sepertinya tren sudut pandang kamera tersebut mulai ditinggalin Konami semenjak Metal Gear Solid: Peace Walker. Pergerakan kamera yang lebih bebas dan fleksibel di Metal Gear Solid 4: Guns of the Patriots bakal sangat familiar di seri MGS ini. Untuk fitur pertempuran baik jauh (dengan senjata api) maupun dekat (CQC) ngga banyak berbeda dari seri-seri sebelumnya selain animasi pergerakan baru yang lebih luwes. Menu HUD baik UI maupun UX-nya tergolong baru dan berjalan secara real-time. Jadi kudu tetep waspada akan kondisi sekitar sebelum kalian sibuk mainan gadget-nya Big Boss.




Di bagian storyline tadi gue singgung sedikit tentang adanya side-ops mission alias misi sampingan dalam Metal Gear Solid V: Ground Zeroes. Misi-misi ini bakal terbuka bertahap setelah kalian namatin campaign misi utama Ground Zeroes, yaitu misi dimana obyektif kalian adalah mengevakuasi Chico & Paz yang ditawan di Camp Omega. Masing-masing misi sampingan punya collectible item berupa kaset tape rekaman yang bakal ngebuka jalan cerita menuju Metal Gear Solid V: The Phantom Pain. Baik misi utama maupun misi sampingan berlangsung dengan kondisi waktu dan cuaca yang beda, jadi kalian bisa ngerasain menyusup ke Camp Omega di situasi yang variatif dan butuh strategi infiltrasi yang berbeda pula. Ngga cuma itu, gaya permainan tiap misi juga beda-beda. Meskipun misi-misi yang ada didominasi dengan aksi stealth, tapi ada juga misi yang nawarin serunya gameplay a la Rambo dimana nantinya kalian bakal ketemu cameo dari Hideo Kojima yang cengengesan di akhir misi. Haha! Normalnya masing-masing misi bisa dikelarin dalam durasi kurang lebih 10 menit.



Terlepas dari misi sampingan, meskipun Metal Gear Solid V: Ground Zeroes punya alur permainan yang pendek, ada satu tips buat kalian biar dapet "feel" yang dalem akan alur cerita game ini. FYI, dibanding fokus pada sosok Big Boss dan rekan-rekan prajurit MSF-nya, Metal Gear SolidV: Ground Zeroes lebih fokus pada event (flashback) Peace Walker dan lebih menyorot Paz dan kisah dibalik pengkhianatannya di insiden Peace Walker. Kelarin campaign misi utama Ground Zeroes hingga tamat, baru kalian puter semua tape rekaman dari diary Paz yang bisa kalian akses di menu utama maupun dari menu "Listen to Tapes" selama misi berlangsung. Dari situlah nantinya kalian ngerti sosok asli Paz seperti apa. Bisa jadi pandangan kalian akan Paz bakal berubah dari benci jadi kasihan.

Fitur baru lain yang cukup menarik dari Metal Gear Solid V: Ground Zeroes adalah "Reflex Mode", yaitu fitur dimana Big Boss punya "spider sense" dan bakal memasuki mode slow motion ketika kepergok prajurit musuh. Kalo dalam tempo waktu Reflex Mode yang singkat ini kalian bisa ngebunuh musuh yang mergokin Big Boss, status waspada musuh bakal bisa dicegah. Pastiin kalian ngebunuh pake senjata berperedam dong ya. Sama aja bohong kalo ngebunuhnya pake senjata yang berisik. Cukup seru sih, berasa jadi Spiderman sekaligus Max Payne dalam tempo waktu yang singkat.

Metal Gear Solid V: Ground Zeroes serasa jadi (game) sandbox alias kotak mainan pasir secara harfiah, tempat kalian bisa seru-seruan mainin indahnya pasir Camp Omega di tanah Kuba. Biarpun kotak pasirnya kecil, paling ngga bisa dimanfaatin sebagai persiapan sebelum kalian main di kotak pasir yang lebih besar (Metal Gear Solid V: The Phantom Pain).

GRAPHIC





Buat kalian yang juga gamer Pro Evolution Soccer 2014, tentunya udah familiar sama kehebatan Fox Engine yang notabene juga dipake buat ngembangin Metal Gear Solid V: Ground Zeroes. Ngga usah ditanya lagi gimana kerennya kualitas grafis Metal Gear Solid V: Ground Zeroes yang bahkan bisa maksimalin kinerja konsol selawas PlayStation 3 dan Xbox 360. Fox Engine punya kelebihan akan kemampuannya buat nunjukin detil tekstur obyek ber-resolusi tinggi. Meski begitu, ada sedikit kekurangan yang dimiliki Metal Gear Solid V: Ground Zeroes versi PlayStation 3 (dan mungkin juga Xbox 360) dimana Anti-Aliasing akan obyek seperti rambut dan bayangan masih sedikit jaggies/bergerigi seperti kasus yang dialami Gran Turismo 5. Dari sisi performa, Metal Gear Solid V: Ground Zeroes (PS3) berjalan mulus di kisaran 30 FPS, dan cuma mengalami drop begitu banyak terdapat obyek di kisaran 25 FPS. Selebihnya, Metal Gear Solid V: Ground Zeroes is all about graphic freak.

SOUND



Ngga ada yang lebih ngangenin selain efek suara alert ciri khas seri Metal Gear Solid diikuti dengan suara baku tembak peluru di medan perang. Bunyi ledakan ketika musuh nginjek Claymore yang kita pasang bakal kedengeran aduhai di telinga. Bunyi berbagai ledakan bakal bikin musuh kalang-kabut nyari sumber ledakan selagi kita asik menyusup ke markas mereka. Demi dapet pengalaman bermain yang maksimal, bakal lebih seru kalo kalian main pake headset/headphone biar lebih mawas akan situasi di lapangan. Barangkali aja kalian denger ada langkah asing mendekat dari arah belakang ketika lagi asik telpon-telponan ama Miller di semak-semak.

REPLAYABILITY



Dengan adanya misi utama dan sampingan serta berbagai collectible item yang berserakan sepanjang misi, bisa jadi alasan buat kalian ngulang main Metal Gear Solid V: Ground Zeroes. Selain itu juga ada beberapa trophy/achievement yang bisa kalian kumpulin yang tentunya butuh perjuangan ekstra seperti perolehan ranking yang tinggi buat dapetin semua trophy/achievement. Ranking-ranking tiap misi ini nantinya juga bisa kalian upload ke online leaderboard kalo konsol kalian terkoneksi internet. Artikel trophy/achievement guide dan tips & strategi perang Metal Gear Solid V: Ground Zeroes nanti bakal menyusul. So, pantengin terus artikel terbaru di Gamexeon.

LONGEVITY



Seperti yang udah disinggung di awal, rata-rata misi punya durasi yang tergolong pendek (sekitar 10 menit) kalo kalian main kilat tanpa peduli ngumpulin collectible item yang tersebar di area Camp Omega. Emang durasi permainan yang singkat adalah hal wajib kalo kalian pengen dapet ranking misi yang sempurna. Tapi ngga ada salahnya kalian ngulang misi dan keluyuran di Camp Omega. Yah itung-itung, nyari senjata baru. Seru lho ngelindes musuh pake kendaraan ini.



VERDICT



Biarpun gue udah capek-capek nulis tips beli Metal Gear Solid V: Ground Zeroes dengan harga terjangkau, tapi sepertinya label "demo termahal abad ini" ngga bisa lepas dari Metal Gear Solid V: Ground Zeroes. Harga yang cukup mahal buat menebus rasa penasaran gimana sih kehebatan performa Fox Engine di seri terbaru game Metal Gear Solid ini. Sebelumnya gue sempet bertanya kenapa cover Metal Gear Solid V: Ground Zeroes ngga nampilin cover artwork karya Yoji Shinkawa yang seringkali menghiasi cover-cover seri Metal Gear sebelumnya dan justru nampilin muka animasi 3D Big Boss. Denger pertanyaan gue itu, temen gue nyeletuk kalo Konami pengen pamer aja kehebatan Fox Engine. Dan ternyata emang bener. Dari sisi story ngga banyak yang terkuak lebih dalem. Gameplaynya lebih seru dimainin a la Rambo ketimbang main full stealth, tapi sayangnya ada misi yang ngga ngebolehin kalian sampe ketahuan musuh. Haha!

Singkatnya, Metal Gear Solid V: Ground Zeroes is purely all about graphic. Mau beli game ini karena gameplaynya yang seru dan grafisnya yang keren gila, silakan aja puas-puasin waktu kalian pelesiran di Camp Omega. Tapi buat yang nyari kedalaman story, hmm... mungkin bukan pilihan yang tepat kalo kalian sebelumnya udah mendalami ceritanya di Metal Gear Solid: Peace Walker. Cuma satu kata yang bisa gue bilang ama Kojima tentang Metal Gear Solid V: The Phantom Pain.



What took you so long?


STORY: 8.0
GAMEPLAY: 9.0
GRAPHIC: 9.0
SOUND: 8.0
REPLAYABILITY: 8.0
LONGEVITY: 7.0

VERDICT SCORE: 8.0

Catatan: Review Metal Gear Solid V: Ground Zeroes dimainkan di versi PS3

Ditulis oleh Denny Aryadi pada 21 March 2014 21:04



Berita Terpopuler

comments powered by Disqus