Gran Turismo 6 Mechanism: Tires

Hi guys! Ketemu lagi di seri artikel Gran Turismo 6 Mechanism. Sebelumnya kita udah bahas bagian suspensi mobil, nah di artikel kali ini kita bakal bahas bagian mobil yang ngga jauh-jauh amat dari suspensi yaitu roda mobil. Nantinya gue bakal masukin bahasan soal velg sekalian karena masih merupakan satu kesatuan dengan roda.

Yang namanya kendaraan, tiap bagiannya punya fungsi yang saling melengkapi satu sama lain. Begitu ada yang hilang, kinerja kendaraan ngga bakal bisa bekerja secara maksimal, lebih parahnya ngga bakal berfungsi sama sekali. Hal ini juga berlaku pada ban. Ngga ada ban mobil ngga bisa jalan. Tenaga yang dihasilkan mesin mobil disalurin ke keempat rodanya buat gerakin sebuah kendaraan. Ngga peduli seberapa keren performa sebuah mobil, kalo pemilihan rodanya ngga pas ya sayang banget. Performanya ngga bakal maksimal.

TIRE CHARACTERISTICS




Secara kasar karakteristik roda bisa dibagi jadi empat kategori: Kemampuan (1)menahan beban (load support), (2)menyerap getaran (shock absorption), (3)mempertahankan akselerasi dan pengereman baik di lintasan lurus (4)maupun di tikungan. Begitu keseimbangan antara keempat fungsi dasar ban ini diperoleh, maka ban itu udah bisa dikatakan layak pakai sesuai standar penyetelan dan bisa disesuaiin dengan kebutuhan khusus kendaraan.

Mobil sport butuh roda yang bisa mempertahankan posisi mobil ketika bergerak lurus, ber-akselerasi, dan ber-deselerasi dengan baik. Hal ini untuk memastikan bahwa performa berkendara mobil ketika menikung dan mengerem cukup baik. Roda ini biasanya dibuat dari material karet dengan daya cengkeram yang kuat biar tetep nempel dengan permukaan lintasan dan ngga gampang berubah bentuk ketika menerima gaya tekanan yang besar. Dengan begitu respon kemudi ketika menikung bakal lebih baik dan memungkinkan kendaraan untuk bisa menikung dengan kecepataan tinggi.

Sayangnya tipe roda seperti di atas juga ngga luput dari kekurangan. Begitu kapasitas cengkeramannya melebih batas ketika mobil menikung, mobil jadi riskan selip dan terpelanting. Butuh pengemudi dengan skill handal buat mengontrol kondisi ini. Selain itu perlu diinget bahwa roda ini cenderung cepet aus karena gaya gesek yang terjadi antara ban dengan lintasan sangat tinggi. Hal ini bakal berakibat di kenyamanan penumpang karena karet ban yang mengelupas ketika menggelinding bakal bikin suara berisik seperti gelambir lemak perut emak-emak yang bergoncang. Kebayang annoying-nya kan? Hehe.

Pemilihan jenis roda berpengaruh besar terhadap performa mobil. Performa roda yang melebihi spesifikasi performa mobil bisa bikin "bottleneck" performa kendaraan. Sama seperti kalo kalian ngerakit High-end PC dengan VGA paling canggih hampir seharga motor, tapi prosesor masih pake Pentium 4 ke bawah. Performanya jadi ngga maksimal dan cenderung berat sebelah. Mobil juga demikian. Makanya sebelum mutusin buat ganti jenis ban berperforma tinggi, pastiin dulu performa mobil kalian juga sama tingginya.

Kekuatan genggaman sebuah roda dipengaruhi sama pola alur ukiran di permukaannya. Pola ukiran ini berfungsi buat membuang air hujan/genangan yang terambil dari lintasan. Dengan adanya ukiran ini, kekuatan cengkeraman ban meningkat, tapi sayangnya ketahanan ban justru menurun karena kepadatannya massanya berkurang.

GRIP AND RIGIDITY: THE KEY TO SPEED



Sebuah mobil ngga bisa melebihi keterbatasan rodanya, maka dari itu paham sepenuhnya akan performa dan karakteristik sebuah ban sesuai kebutuhan penting banget bagi pengendara.

Tread Compound


Tread compound merupakan senyawa karet yang dipake di permukaan ban yang bersentuhan langsung dengan lintasan. Karet yang lebih lunak sering diaplikasikan pada roda berperforma tinggi dan punya daya cengkeram yang kuat di lintasan, tapi sayangnya punya kelemahan cepet aus. Sedangkan untuk jenis komponen yang terdapat pada ban untuk mobil standar punya daya tahan yang lebih awet karena pake senyawa karet yang lebih keras, sayangnya daya cengkeramnya sangat terbatas. Umumnya ban punya karakteristik keras. Sebuah ban belum bakal mencapai potensi daya cengkeram sepenuhnya sebelum mengalami peningkatan suhu hingga level tertentu. Biarpun gitu kalo ban mengalami panas/peningkatan suhu berlebih, daya cengkeramnya perlahan juga bakal turut berkurang.

Tread Pattern


Pola ukiran alur pada permukaan ban berfungsi buat melancarkan aliran dan membuang air yang terlindas ketika ban melintas. Tiap pola ukiran juga berakibat pada berbedanya pola arah gerakan dan efisiensinya dalam membuang air yang terjebak di bawah roda. Di sisi lain, selain pola ini juga mengurangi daya tahan permukaan ban, roda berperforma tinggi lebih nerapin beberapa pola alur berukuran besar ketimbang pake pola berukuran kecil yang kompleks. Ada juga jenis pola asimetris dengan jumlah alur yang lebih sedikit di sisi luar ban untuk ningkatin ketahanan ketika menikung, dan punya jumlah alur yang lebih banyak di sisi dalam buat melancarkan sirkulasi air yang terjebak di bawah roda.

Casing Rigidity


Casing ban yang dimaksud dalam hal ini adalah keseluruhan permukaan ban. Gaya yang diterima dari lintasan disalurkan ke berbagai bagian dari permukaan ban ini. Ketahanan casing sangat penting untuk menghindari kelendutan/perubahan bentuk terlalu ekstrim ketika ban mengalami (gaya) tekanan yang besar saat akselerasi, deselerasi, maupun menikung. Biarpun gitu, peningkatan ketahanan dan performa berkendara dibarengi dengan turunnya kenyamanan pengendara.

RIM CHARACTERISTICS




Biarpun seringkali cuma dianggep sebagai hiasan, rim alias velg cukup mempengaruhi performa berkendara. Seperti yang udah pernah kita bahas di artikel pertama Gran Turismo 6 Mechanism: Spesifikasi Dasar, makin ringan bobot komponen mobil, makin tinggi juga performa berkendara. Sama halnya dengan bobot sebuah rim. Makin ringan materialnya, makin dikit juga energi yang dibutuhin buat gerakin mobil dari posisi diam.

Bobot rim ngga disokong oleh suspensi, maka dari itu bobotnya dikategorikan sebagai "unsprung weight". Buat ningkatin performa berkendara, ada beberapa cara buat ngurangin bobot rim. Pemilihan material yang lebih ringan seperti aluminium atau magnesium alloy bisa ningkatin akselerasi dan deselerasi mobil serta efisiensi rem. Selain itu suspensi juga bisa berfungsi lebih mulus, kenyamanan penumpang meningkat, dan juga konsumsi bahan bakar yang lebih hemat.

Berkurangnya 1Kg unsprung weight setara dengan 15Kg sprung weight (beban yang ditanggung suspensi). Ngga heran bobot rim berpengaruh cukup signifikan terhadap performa kendaraan. Biarpun udah milih material rim yang paling ringan, perlu diinget peningkatan ukuran rim yang makin gede dan bertambahnya jumlah komponen rim bakal bikin efisiensi pemilihan material rim yang ringan jadi sia-sia. Untuk variasi jenis rim dengan jumlah komponen yang berbeda bisa kalian lihat dibawah.

TYPES OF LIGHTWEIGHT WHEEL


One-Piece


Tipe ini paling umum dipake di kendaraan standar dimana rim dan cakram merupakan satu kesatuan lempengan logam. Karena merupakan satu bagian, rim jenis ini tergolong paling ringan dan lebih stabil ketimbang tipe two-piece atau three-piece. Salah satu kekurangan tipe ini adalah terbatasnya desain cakram yang dihasilkan karena proses pembuatannya.

Two-Piece


Pada tipe ini, rim dan cakram terbuat dari komponen logam yang terpisah. Keduanya dikencangkan dengan baut atau dilas. Kedua material yang dipake buat masing-masing komponen ngga harus sama (aluminium, magnesium, titanium, dsb.) dan metode pembuatannya juga bebas (dicetak atau ditempa). Kelebihan dari tipe ini adalah desain cakramnya lebih beragam, sayangnya makin bertambahnya komponen, bobotnya juga ikut sedikit bertambah.

Three-Piece


Hampir sama seperti tipe two-piece, cuma bedanya adalah bagian belakang dan depan rim merupakan bagian yang terpisah dan disambung dengan cara dilas, ditumpuk dengan cakram lagi yang dikencangkan lagi dengan baut. Kelebihan tipe ini sama-sama punya variasi desain cakram yang lebih beragam, tapi juga cenderung berbobot lebih berat karena jumlah komponennya lebih banyak. Tipe ini biasanya dipake cuma buat gaya-gayaan aja sih.

MANUFACTURING METHODS



Ada dua metode buat bikin rim yaitu dengan cara dicetak (casting) atau ditempa (forging).

Casting
Lelehan aluminium dituang ke cetakan. Untuk tipe two-piece dan three-piece, proses pembuatan desain lebih fleksibel. Biar dapet rim berkekuatan tinggi, ketebalan logam harus lebih besar. Karena materialnya yang lebih tebal, bobotnya juga sedikit meningkat. Karena kemudahan prosesnya, metode ini paling sering dipake untuk mencetak rim aluminium karena biayanya murah.

Forging
Balok logam dimampatkan dengan tekanan tinggi sehingga menghasilkan molekul logam yang lebih rapat dan lebih kuat dibanding kalo cuma dicetak. Karena kekuatan logam ikut meningkat, ketebalan logam bisa dikurangi demi mencapai bobot yang lebih ideal. Sayangnya metode ini makan biaya cukup mahal. Selain itu karena prosesnya yang lebih rumit, variasi desain yang diproduksi jadi terbatas. Biarpun begitu pemilihan material cukup bebas demi memperoleh produk yang seringan mungkin.



Sekian artikel Gran Turismo 6 Mechanism edisi roda kali ini. Di edisi mendatang kita bakal bahas seri terakhir dari Gran Turismo 6 Mechanism yaitu Aerodinamika mobil.

Untuk seri artikel Gran Turismo 6 Mechanism yang lain, kalian bisa baca melalui link gambar dibawah:








image : europeancarweb.com | humster3d.com | sportrider.com | trucktrend.com | freepatentsonline.com | more-japan.com

Ditulis oleh Denny Aryadi pada 21 March 2014 09:00



Berita Terpopuler

comments powered by Disqus